Skip to main content

Posts

+ Dua Sisi Gemini +

Aku bukan ahli dalam perzodiakan. Hanya suka iseng-iseng bertanya apa bintangmu pada kawanku ataupun lelakiku. Beberapa diantaranya memiliki bintang dengan simbol the twins. Kawan terdekatku, ada yang berbintang Gemini dan salah satu lelaki yang masih membuat kepalaku pening hingga saat ini, si Orang Asing di ceritaku sebelumnya, iya dia Gemini! Mereka semua charming dengan caranya sendiri bagiku. Mostly, very witty and thoughtful. Pribadi yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama. Seperti magnet, menarik perhatian orang sekitarnya untuk mendekat. Ya walaupun bagiku yang lumayan ambivert, energi mereka yang meluap-luap terkadang sedikit melelahkan, jangan tersinggung ya kalian para gemini. Dia adalah satu dari dari sedikit kawan wanitaku. Kawanku ini bersumpah tidak akan mengencani pria lokal. Pasarnya adalah lelaki asing, terlihat dari tracking booknya yang pernah dia tunjukkan padaku aku melihat banyak bendera negara lain kecuali Indonesia. Dasar, kurang menghar...

+ Save Room +

Mengapa kehidupan wanita lajang. Tidak memiliki suatu sebutan yang maknanya mirip dengan bujangan. Apa ada ya? Pemahaman kata-kata Bahasa Indonesia ku saja mungkin ya kurang. Wanita lajang apalagi di usia akhir 20an, kurang adil rasanya sering di identikan dengan perawan tua, tidak laku. Iya tidak sih?  Sedangkan sebutan bujangan, fase dimana laki-laki menikmati masa-masa lajang sebelum berkeluarga akan terdengar lebih wajar biasanya. Hey, aku pun juga sedang menikmati masa-masa lajangku.  Kehidupan bujangan, diidentikan dengan kehidupan bebas, tanpa beban. Waktu dihabiskan untuk kerja, teman, dan keluarga. Aku membayangkan, bujangan itu tinggal di suatu studio apartment, cukup luas untuk memiliki satu pojokan mini bar, berisi baby-baby botol minuman tersayang. Apartment itu menjadi save room, tempat singgah kawan-kawan yang masih lajang maupun tidak untuk melepas penat karena suasananya. Dengan atmosfer kasual, stress free.  Fantasiku tidak...

+ Villa atau Rumah +

Bulan puasa biasanya dijadikan momen untuk menjalin tali silaturahmi. Terkadang aku agak malas untuk menghadiri rentetan undangan buka puasa bersama. Oke. Tidak rentetan juga sih, sok terkenal sekali aku. Ya beberapa adalah, minimal kawan sd, kawan sma, angkatan di kuliah, dll. Duh. Sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Mau di ceritakan bagian yang mana. Terlalu panjang, absurd, dan bewarna-warni. Sampai di suatu momen. Munculah satu lelaki yang sempat hilang selama beberapa saat. Tapi memang itulah dia, hilang timbul hilang timbul bagaikan kotoran mengapung di kali. Dia muncul lagi, menanyakan kabar. Kemudian seolah tidak pernah terjadi apa-apa, menanyakan kenapa aku sombong sekali tidak pernah mengontaknya lagi. Basa basi. Seperti sudah diduga. Dia bertanya, kapan aku tidak sibuk. Mengajak untuk buka puasa bersama. Catch up hidup ujarnya. Catch up hidup? Rasanya ingin aku maki saja. Hey. Sok dekat sekali dirimu. Sekonyong-konyong muncul mendadak mengajak buka p...

+ Kucing Kampung +

'Wine & Joint?' atau 'Netflix and Chill' biasanya kan begitu. Nah ini, setelah mengirimkan foto kucing selfie yang ketika kutunjukan pada kawanku, dicurigai sebagai foto hasil pencarian di google. Lelaki ini bertanya 'Wanna meet my cat?'. Tujuannya apa? Ya sama saja intinya sebuah ajakan mampir ke tempatnya. Katanya itu kucing yang tinggal bersamanya. Ini curang, kalau anjing ya okelah, namun aku punya kenangan khusus pada kucing, apalagi jenis kucing berbulu pendek yang dikomentari kawanku hanyalah kucing kampung biasa, tidak spesial. Memangnya kenapa kalau kucing kampung. Bulu dan raut muka Mo, nama kucingnya. Seperti Meong, kucing kampung yang kupelihara dulu.  Sedikit cerita tentang Meong, kelakuannya garong sekali ketika pertama kali dia ke rumahku. Dia berhasil menggondol daging sapi sebesar tubuhnya dari panci rebusan daging dengan air yang masih mendidih. Mungkin karena lapar, entah. Dia masih kecil, kurus sekali, Ibuku yang menemuka...

+ Sanatorium +

Kemana saja ya aku dua bulan ini? Tega sekali menelantarkan blog semata wayangku.  Maaf. Aku mentok, baru menemukan secercah harapan lagi. Sebelumnya, gelap sekali rasanya, menulis separagraf dua paragraf cerita jenaka pun aku tak sanggup. Diawali hasil test online yang aku ambil beberapa kali enam bulan lalu menunjukkan aku memiliki kecenderungan gangguan  mental. Iya, kedengarannya menyeramkan ya diasosiasikan dengan orang-orang yang terganggu mentalnya di jalanan yang biasa kamu temui setengah telanjang itu. Aku menulis ini dari sudut pandang orang awam dengan pengetahuan terbatas mengenai penyakit jiwa. Tenti saja aku menolak bahwa aku memiliki kecenderungan penyakit jiwa. Siapa yang mau? Aku merasa semua pergolakan emosi yang kurasakan ini adalah normal. Hingga suatu saat, salah satu kawan terdekatku menyadari ada perilakuku yang mengkhawatirkan baginya. Apakah itu? Laki-laki, aku gila laki-laki. Iya banyak yang seperti itu, namun ini sudah diluar bat...

+ Puzzle +

Dahiku terasa sakit sekali, seperti habis menabrak sesuatu dengan cukup keras, yang aku tidak tahu apa, serta tambahan pusing kali ini terasa berlipat ganda, yang aku tahu penyebabnya apa, aku terlalu banyak meminum sesuatu yang mengandung zat memabukkan. Mencoba mengingat apa yang aku telah alami, tidak bisa, kilasan memori terakhir terhenti di permainan Korean Bomb, soju dan bir, aku ingat bagaimana aku menenggak minuman itu dengan penuh percaya diri. Aku hilang setelahnya. Menakutkan dan berbahaya. Malam itu, aku bersama kawan-kawan terdekatku,dengan tambahan personel, seorang lelaki. Cerita klasik, malam itu malam terakhirnya di Jakarta. Kuputuskan untuk mengajaknya pergi dengan kawan-kawanku, setelah ajakan kencannya kutolak beberapa hari yang lalu. Pergi berdua dengannya untuk saat-saat dimana imanku sedang sangat tipis dan jiwaku sedang rapuh, bukan pilihan yang baik.  Berakhir di ranjang lelaki ini, tidak baik untuk kesehatan mentalku setelahnya. Kawan-kawa...

+ Suaka +

Alkisah, hiduplah seekor Lynx betina di alam bebas. Dia hidup bersama kawanannya. Kawanan ini ketika siang hari lebih memilih untuk beraktifitas sendiri-sendiri, barulah ketika malam hari ketika mereka lelah menjalani hari dan perburuan panjang, berkumpul   di bawah pohon besar dengan akar-akar besar menjalar tepat berada di tengah lembah untuk melepas penat. Suatu hari Lynx betina ini, mengikuti tupai kecil yang sangat lincah. Terlalu asik mengejar, dia menunda untuk segera menangkap dan melahap tupai kecil ini. Sudah lama perburuannya tidak diikuti dengan sedikit permainan. Itu kan bagian yang menyenangkan dari berburu, sedikit mengejar dan menakuti sebelum akhirnya dia memakan mangsanya. Tanpa sadar Lynx betina ini sudah berada terlalu jauh dari kawanannya. Matahari sudah mulai terbenam. Dharrr!! Suara senapan pertama menghentikan perburuannya, dia merasakan tanda bahaya, dan melupakan tupai kecilnya. Lnyx betina ini memelankan gerakan langkahnya, berharap manusia-manus...