Mengapa kehidupan wanita lajang. Tidak memiliki suatu sebutan yang maknanya mirip dengan bujangan. Apa ada ya? Pemahaman kata-kata Bahasa Indonesia ku saja mungkin ya kurang.
Wanita lajang apalagi di usia akhir 20an, kurang adil rasanya sering di identikan dengan perawan tua, tidak laku. Iya tidak sih?
Sedangkan sebutan bujangan, fase dimana laki-laki menikmati masa-masa lajang sebelum berkeluarga akan terdengar lebih wajar biasanya.
Hey, aku pun juga sedang menikmati masa-masa lajangku.
Kehidupan bujangan, diidentikan dengan kehidupan bebas, tanpa beban. Waktu dihabiskan untuk kerja, teman, dan keluarga.
Aku membayangkan, bujangan itu tinggal di suatu studio apartment, cukup luas untuk memiliki satu pojokan mini bar, berisi baby-baby botol minuman tersayang.
Apartment itu menjadi save room, tempat singgah kawan-kawan yang masih lajang maupun tidak untuk melepas penat karena suasananya. Dengan atmosfer kasual, stress free.
Fantasiku tidak berakhir dengan membayangkan berharap untuk bertemu dengan bujangan itu. Namun akulah bujangan itu! Pintu save room ku terbuka lebar untuk awan-kawan terdekatku, tidak untuk lelaki-lelaki itu. Menyontek ucapan kawanku, I don't shit where I eat, baby!
Comments
Post a Comment