Skip to main content

+ Pelampung +

Katanya, salah satu kemampuan dasar yang sepatutnya dimiliki manusia adalah berenang. Sayangnya kemampuan itu tidak aku miliki.


Toh berenang bukan jadi hal yang menarik bagiku. Tidak sepenuhnya tidak bisa, aku bisa sedikit, gaya renang entah apa itu. Hal paling sulit bagiku adalah mengambang, aku sulit mengambang, sedikit-sedikit tenggelam.


Memang hidup jenaka, aku dipertemukan lelaki yang suka sekali berenang. Sial. Awalnya aku tidak bermasalah dengan hobinya itu. Toh, kami jarang bertemu, paling aku hanya menyimaknya bercerita kegiatan sehari-harinya termasuk berenang.


Hingga suatu hari kami memutuskan berlibur bersama. Ke pantai dan laut, dimana dia ingin berenang di laut.


Baiklah, aku sudah memutuskan dalam hati aku akan menjadi kekasih yang supportif, aku akan menunggunya berenang di pantai sembari berjemur matahari.


'Let's go, babe!' ujarnya antusias mengajakku berenang.


Mataku terbelalak, aku lupa-lupa ingat, bukankah aku sudah bercerita aku tidak bisa berenang padanya? Astaga, aku belum cerita. Bukan hal yang penting untuk aku ceritakan kukira.


'I can't....' aku berkata padanya sedih.


Dia kaget mendengarnya dan tetap mengajakku untuk menceburkan diri ke laut. Aku tetap menolak untuk mencoba berenang di tengah laut, bisa panik aku. 


Akhirnya dia berenang sendiri dan aku bilang aku akan mengunggunya di tepi pantai. Aku mengamatinya berenang menjauh. Kegiatan yang seharusnya kami lakukan berdua karena keterbatasanku, kami jadi tidak bisa mengarungi lautan bersama.


Tak lama, dia kembali, aku memeluknya erat. Kami memutuskan untuk mengganjal perut. Aku tahu pasti topik ini akan dibahas, topik kenapa aku tidak bisa berenang. 


Setahunya, aku pernah belajar surfing jadi dia mengira berenang bukan masalah buatku. Hanya  saja, itu adalah hal yang beda, surfing ada board dan leash, aku merasa aman karena ada pegangan. Sedangkan berenang, apabila terlalu dalam, akan berpegang pada apa aku? 


Di pembicaraan terakhir sebelum kami kembali ke pantai nan indah itu, dia mengusulkan suatu ide cemerlang! Aku ternganga dibuatnya, ide yang masuk akal namun mencolek egoku.


Pelampung! Dia mengusulkan agar aku menggunakan pelampung, dia akan menyewakan satu set pelampung dan kacamata renang untukku.


Di pantai nan mewah itu aku melihat tidak satupun orang, bahkan tidak ada anak kecil yang mengenakan pelampung. Gengsiku setinggi langit, aku tidak akan mau memakai pelampung sialan itu.  Mending aku diam-diam belajar berenang, demi egoku.


Sekali lagi aku menolaknya dan kali ini lelakiku terlihat lebih kecewa dibanding sebelumnya. Iya aku tahu, dia sudah berusaha memberikan solusi akan keterbatasan dan ketakutanku.


Memang motivasi paling ampuh itu datangnya harus dari dalam diri, bukan dari orang lain.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

+ Dua Sisi Gemini +

Aku bukan ahli dalam perzodiakan. Hanya suka iseng-iseng bertanya apa bintangmu pada kawanku ataupun lelakiku. Beberapa diantaranya memiliki bintang dengan simbol the twins. Kawan terdekatku, ada yang berbintang Gemini dan salah satu lelaki yang masih membuat kepalaku pening hingga saat ini, si Orang Asing di ceritaku sebelumnya, iya dia Gemini! Mereka semua charming dengan caranya sendiri bagiku. Mostly, very witty and thoughtful. Pribadi yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama. Seperti magnet, menarik perhatian orang sekitarnya untuk mendekat. Ya walaupun bagiku yang lumayan ambivert, energi mereka yang meluap-luap terkadang sedikit melelahkan, jangan tersinggung ya kalian para gemini. Dia adalah satu dari dari sedikit kawan wanitaku. Kawanku ini bersumpah tidak akan mengencani pria lokal. Pasarnya adalah lelaki asing, terlihat dari tracking booknya yang pernah dia tunjukkan padaku aku melihat banyak bendera negara lain kecuali Indonesia. Dasar, kurang menghar...

+ Villa atau Rumah +

Bulan puasa biasanya dijadikan momen untuk menjalin tali silaturahmi. Terkadang aku agak malas untuk menghadiri rentetan undangan buka puasa bersama. Oke. Tidak rentetan juga sih, sok terkenal sekali aku. Ya beberapa adalah, minimal kawan sd, kawan sma, angkatan di kuliah, dll. Duh. Sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Mau di ceritakan bagian yang mana. Terlalu panjang, absurd, dan bewarna-warni. Sampai di suatu momen. Munculah satu lelaki yang sempat hilang selama beberapa saat. Tapi memang itulah dia, hilang timbul hilang timbul bagaikan kotoran mengapung di kali. Dia muncul lagi, menanyakan kabar. Kemudian seolah tidak pernah terjadi apa-apa, menanyakan kenapa aku sombong sekali tidak pernah mengontaknya lagi. Basa basi. Seperti sudah diduga. Dia bertanya, kapan aku tidak sibuk. Mengajak untuk buka puasa bersama. Catch up hidup ujarnya. Catch up hidup? Rasanya ingin aku maki saja. Hey. Sok dekat sekali dirimu. Sekonyong-konyong muncul mendadak mengajak buka p...