Katanya, salah satu kemampuan dasar yang sepatutnya dimiliki manusia adalah berenang. Sayangnya kemampuan itu tidak aku miliki.
Toh berenang bukan jadi hal yang menarik bagiku. Tidak sepenuhnya tidak bisa, aku bisa sedikit, gaya renang entah apa itu. Hal paling sulit bagiku adalah mengambang, aku sulit mengambang, sedikit-sedikit tenggelam.
Memang hidup jenaka, aku dipertemukan lelaki yang suka sekali berenang. Sial. Awalnya aku tidak bermasalah dengan hobinya itu. Toh, kami jarang bertemu, paling aku hanya menyimaknya bercerita kegiatan sehari-harinya termasuk berenang.
Hingga suatu hari kami memutuskan berlibur bersama. Ke pantai dan laut, dimana dia ingin berenang di laut.
Baiklah, aku sudah memutuskan dalam hati aku akan menjadi kekasih yang supportif, aku akan menunggunya berenang di pantai sembari berjemur matahari.
'Let's go, babe!' ujarnya antusias mengajakku berenang.
Mataku terbelalak, aku lupa-lupa ingat, bukankah aku sudah bercerita aku tidak bisa berenang padanya? Astaga, aku belum cerita. Bukan hal yang penting untuk aku ceritakan kukira.
'I can't....' aku berkata padanya sedih.
Dia kaget mendengarnya dan tetap mengajakku untuk menceburkan diri ke laut. Aku tetap menolak untuk mencoba berenang di tengah laut, bisa panik aku.
Akhirnya dia berenang sendiri dan aku bilang aku akan mengunggunya di tepi pantai. Aku mengamatinya berenang menjauh. Kegiatan yang seharusnya kami lakukan berdua karena keterbatasanku, kami jadi tidak bisa mengarungi lautan bersama.
Tak lama, dia kembali, aku memeluknya erat. Kami memutuskan untuk mengganjal perut. Aku tahu pasti topik ini akan dibahas, topik kenapa aku tidak bisa berenang.
Setahunya, aku pernah belajar surfing jadi dia mengira berenang bukan masalah buatku. Hanya saja, itu adalah hal yang beda, surfing ada board dan leash, aku merasa aman karena ada pegangan. Sedangkan berenang, apabila terlalu dalam, akan berpegang pada apa aku?
Di pembicaraan terakhir sebelum kami kembali ke pantai nan indah itu, dia mengusulkan suatu ide cemerlang! Aku ternganga dibuatnya, ide yang masuk akal namun mencolek egoku.
Pelampung! Dia mengusulkan agar aku menggunakan pelampung, dia akan menyewakan satu set pelampung dan kacamata renang untukku.
Di pantai nan mewah itu aku melihat tidak satupun orang, bahkan tidak ada anak kecil yang mengenakan pelampung. Gengsiku setinggi langit, aku tidak akan mau memakai pelampung sialan itu. Mending aku diam-diam belajar berenang, demi egoku.
Sekali lagi aku menolaknya dan kali ini lelakiku terlihat lebih kecewa dibanding sebelumnya. Iya aku tahu, dia sudah berusaha memberikan solusi akan keterbatasan dan ketakutanku.
Memang motivasi paling ampuh itu datangnya harus dari dalam diri, bukan dari orang lain.
Bavetline88
ReplyDeleteAgen Bola Sbobet
Agen Judi Bola
BAVETLINE
Agen Judi Online
Agen Judi Casino
Agen Casino Online
Agen Casino Sicbo
Agen Casino Baccarat
Master Judi Casino