Seorang kawanku yang profesi DJ pernah bercerita, baginya adalah hal yang menyebalkan jika ada yang memaksa meminta lagu tertentu untuk dimainkan olehnya ketika dia sedang bekerja. Katanya, tidak ada salahnya untuk menghargai musik pilihan sang DJ. Kan mereka sudah berusaha membuat set lagu untuk malam itu. Set lagu terbaik yang disiapkan untuk menghibur binatang-binatang pesta. Biasanya, lagu yang diminta adalah lagu yang bisa didengarkan dimana saja, setiap hari. Jadi, kenapa di club masih tidak bosan juga dan tetap meminta lagu tersebut. Aku tidak mau berdebat dengannya, karena kan posisiku tetap saja ada di pihak customer dan customer adalah raja. Aku datang, aku minum, aku dansa. Jika aku merasa ada lagu yang kurasa enak apabila dimainkan, tentu saja akan aku minta. Begitu. Apabila aku tidak mengenal sang DJ, persentasenya adalah 70% mereka akan memainkan lagu yang kuminta. Kalau kenal, beda lagi ceritanya. Sialan. Lama-lama kawanku jadi terbiasa menggunak...
Alter ego dari wanita lajang di usia akhir dua puluhan ini, bernama Yayuk. Menceritakan sisi nista dalam dirinya, yang niscaya kurang inspiratif, tidak banyak mengandung nilai moral, dan beberapa kisahnya ada baiknya untuk tidak ditiru.