Skip to main content

Posts

+ Kryptonite +

Hidupku tanpa lelaki, bagaikan sayur tanpa garam. Dangdut, maaf! Setiap orang biasanya memiliki kryptonite versi mereka. Ada yang alkohol, narkoba, makanan, hewan peliharaan, dan lainnya. Kryptonite miliku? Lelaki... Bagaimana lelaki-lelaki ini datang dan pergi, alur kisahnya mirip-mirip biasanya. Biasanya aku lengah, sampai tiba di satu saat dimana aku terpatil! Iya, terpatil hatiku! Barulah aku sadar, namun sudah terlambat. Seandainya aku mengejar mimpi dan karirku dengan usaha dan semangat yang sama seperti yang aku berikan pada lelaki-lelaki ini. Tentu saja aku sudah menjadi sosok wanita tangguh dan inspiratif bagi nusa bangsa. Aku kira aku wanita yang merdeka, tidak, aku terjajah. Terjajah oleh perasaanku sendiri. Menengok satu tahun ke belakang, enam patah hati yang aku alami. Gila, kalau dihitung rata-rata, bisa dua bulan sekali aku bersedih hati atas hubungan fana yang gagal. Dimana kenyataan tidak sesuai harapan. Patah hati terakhirku? Pada lelaki yang sedang men...
Recent posts

+ Pelampung +

Katanya, salah satu kemampuan dasar yang sepatutnya dimiliki manusia adalah berenang. Sayangnya kemampuan itu tidak aku miliki. Toh berenang bukan jadi hal yang menarik bagiku. Tidak sepenuhnya tidak bisa, aku bisa sedikit, gaya renang entah apa itu. Hal paling sulit bagiku adalah mengambang, aku sulit mengambang, sedikit-sedikit tenggelam. Memang hidup jenaka, aku dipertemukan lelaki yang suka sekali berenang. Sial. Awalnya aku tidak bermasalah dengan hobinya itu. Toh, kami jarang bertemu, paling aku hanya menyimaknya bercerita kegiatan sehari-harinya termasuk berenang. Hingga suatu hari kami memutuskan berlibur bersama. Ke pantai dan laut, dimana dia ingin berenang di laut. Baiklah, aku sudah memutuskan dalam hati aku akan menjadi kekasih yang supportif, aku akan menunggunya berenang di pantai sembari berjemur matahari. 'Let's go, babe!' ujarnya antusias mengajakku berenang. Mataku terbelalak, aku lupa-lupa ingat, bukankah aku sudah bercerita aku tidak bisa be...

+ Personal Assistant +

Bagiku yang minim ekspresi dalam emosi di dunia nyata. Rasa sayang itu tidak dikatakan, namun ditunjukan. Belum sebulan aku pindah dari ibu kota dan belum juga beberapa minggu kami tidak bertemu. Kawan terdekatku berangkat menyusuliku ke pulau dewata ini. Nampaknya dia rindu padaku, diiringi kebutuhannya mengasingkan diri dari kejamnya ibu kota. Tiket sekali jalan pun dia beli tanpa memikirkan tiket pulangnya. Astaga, aku tidak tahu akan berapa lama dia akan tinggal bersamaku. Satu kamar, satu ranjang. Dimana aku harus mencari privasiku? Ya Tuhan. Bukannya aku terganggu, kawanku satu ini sudah mendeklarasikan tugas sebagai asisten pribadinya kepadaku, seumur hidup. Iya, seumur hidup. Betapa ini akan menjadi a life time voluntary work . Aku menjalaninya dengan hati ikhlas. Terkadang memangu terdengar seperti keluhan, ya mohon maaf kan aku manusia juga. Aku anggap ini adalah pelajaran kehidupan. Menghadapi dan mendampingi kawanku ini bukanlah hal mudah, sangat menantang d...

+ Inked Goddess +

Aku pernah menonton iklan singkat dari sebuah perusahaan asuransi. Kamu mungkin pernah juga menonton iklan itu. Ceritanya di iklan tersebut nampak ada anak kecil bersama neneknya, mereka sedang berada di sebuah swalayan untuk membeli kebutuhan primer mereka, dan ketika melewati etalase kue-kue nan cantik, anak kecil itu nampak teringat sesuatu dan sambil berpikir keras dia mengambil kue itu dan memasukannya ke dalam keranjang. Adegan yang menyentuh bagiku adalah adegan dimana si anak kecil sudah membawa kue ulang tahun ke kasir, namun sang nenek tidak memiliki cukup uang, sehingga anak kecil itu membawa kue tersebut kembali ke etalase kue-kue di swalayan tersebut. Ternyata ada seorang lelaki yang mengamati kejadian tersebut, lelaki tersebut terketuk hatinya dan akhirnya membeli kue yang tadi nyaris dibeli anak kecil itu. Setelah membeli, lelaki itu menunggu di pintu keluar swalayan untuk langsung memberikannya ke anak kecil dan sang nenek. Anak kecil dan sang nenek cuk...

+ Drunk Text +

Kami terpisah ribuan kilometer. Siangnya jadi malamku. Malamnya jadi siangku.Sedikit terdengar puitis juga ya. Namun, aku tidak sedang membuat puisi. Bukannya tidak mau, namun kemampuan masih jongkok. Oke. Dia pemabuk, begitupun denganku. Jadilah, selain jarak dan waktu, kami juga nyaris selalu berbeda frekuensi. Dia mabuk ketika aku sadar, aku mabuk dan dianya yang sedang sadar. Aku pun masih tidak menyangka, kami masih berhubungan, berbulan-bulan telah berlalu semenjak pertemuan terakhir kami. Melihat histori obrolan beda frekuensi kami, cukup menghibur ternyata, aku sering dibuatnya tertawa sendiri, tanpa aku sadari aku jadi terlatih untuk mengartikan dan menanggapi pesan dari lelaki pemabuk ini. Lompat sebentar ke topik lain. Kamu tahu kan ada fenomena rekan-rekanmu yang suka mengunggah screenshot obrolan (yang menurut mereka) manis dengan pasangannya di sosial media. Terkadang. Aku ingin berkomentar 'Hey, tidak semanis itu juga kok, tidak perlu di umbar-umbar. ...

+ Hi Love! +

Seorang kawanku yang profesi DJ pernah bercerita, baginya adalah hal yang menyebalkan jika ada yang memaksa meminta lagu tertentu untuk dimainkan olehnya ketika dia sedang bekerja. Katanya, tidak ada salahnya untuk menghargai musik pilihan sang DJ. Kan mereka sudah berusaha membuat set lagu untuk malam itu. Set lagu terbaik yang disiapkan untuk menghibur binatang-binatang pesta. Biasanya, lagu yang diminta adalah lagu yang bisa didengarkan dimana saja, setiap hari. Jadi, kenapa di club masih tidak bosan juga dan tetap meminta lagu tersebut. Aku tidak mau berdebat dengannya, karena kan posisiku tetap saja ada di pihak customer dan customer adalah raja. Aku datang, aku minum, aku dansa. Jika aku merasa ada lagu yang kurasa enak apabila dimainkan, tentu saja akan aku minta. Begitu. Apabila aku tidak mengenal sang DJ, persentasenya adalah 70% mereka akan memainkan lagu yang kuminta. Kalau kenal, beda lagi ceritanya. Sialan. Lama-lama kawanku jadi terbiasa menggunak...

+ Smoking Break +

J adi ingat jaman remaja dulu aku suka sekali menonton film drama tentang bagaimana wanita akhirnya bisa menemukan the man of her life. Hollywood happy ending story. Cheesy memang. Namun, tak ku sangkal, indah sekali apabila bisa punya kisah seperti itu.   Kebanyakan diceritakan, cinta itu butuh pengorbanan.  Aku menjalani banyak kisah-kisah cinta fana. Segala (yang aku kira) pengorbanan itu nampaknya sudah aku lakukan. Namun, ini sudah jauh bertahun-tahun setelah aku melewati masa remajaku. Aku masih begini-begini saja, sudah banyak juga aku melalui momen-momen menduga bahwa aku telah aku menemukan the man of my life. Salah ternyata. Belum kapok. Aku duga-duga lagi. Masih bukan juga. Sial.  Hari ini hari Jumat, hari yang auranya lebih ringan dibanding hari-hari biasanya. Bonusnya hari ini, di musim hujan ini, matahari bersinar santai. Tidak terlalu terik dan masih ada semilir angin. Saat yang tepat untuk turun ke bawah. Bersantai di taman gedung ...