Hidupku tanpa lelaki, bagaikan sayur tanpa garam. Dangdut, maaf! Setiap orang biasanya memiliki kryptonite versi mereka. Ada yang alkohol, narkoba, makanan, hewan peliharaan, dan lainnya. Kryptonite miliku? Lelaki... Bagaimana lelaki-lelaki ini datang dan pergi, alur kisahnya mirip-mirip biasanya. Biasanya aku lengah, sampai tiba di satu saat dimana aku terpatil! Iya, terpatil hatiku! Barulah aku sadar, namun sudah terlambat. Seandainya aku mengejar mimpi dan karirku dengan usaha dan semangat yang sama seperti yang aku berikan pada lelaki-lelaki ini. Tentu saja aku sudah menjadi sosok wanita tangguh dan inspiratif bagi nusa bangsa. Aku kira aku wanita yang merdeka, tidak, aku terjajah. Terjajah oleh perasaanku sendiri. Menengok satu tahun ke belakang, enam patah hati yang aku alami. Gila, kalau dihitung rata-rata, bisa dua bulan sekali aku bersedih hati atas hubungan fana yang gagal. Dimana kenyataan tidak sesuai harapan. Patah hati terakhirku? Pada lelaki yang sedang men...
Katanya, salah satu kemampuan dasar yang sepatutnya dimiliki manusia adalah berenang. Sayangnya kemampuan itu tidak aku miliki. Toh berenang bukan jadi hal yang menarik bagiku. Tidak sepenuhnya tidak bisa, aku bisa sedikit, gaya renang entah apa itu. Hal paling sulit bagiku adalah mengambang, aku sulit mengambang, sedikit-sedikit tenggelam. Memang hidup jenaka, aku dipertemukan lelaki yang suka sekali berenang. Sial. Awalnya aku tidak bermasalah dengan hobinya itu. Toh, kami jarang bertemu, paling aku hanya menyimaknya bercerita kegiatan sehari-harinya termasuk berenang. Hingga suatu hari kami memutuskan berlibur bersama. Ke pantai dan laut, dimana dia ingin berenang di laut. Baiklah, aku sudah memutuskan dalam hati aku akan menjadi kekasih yang supportif, aku akan menunggunya berenang di pantai sembari berjemur matahari. 'Let's go, babe!' ujarnya antusias mengajakku berenang. Mataku terbelalak, aku lupa-lupa ingat, bukankah aku sudah bercerita aku tidak bisa be...