Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

+ Nickname Game +

Aku lupa kapan kebiasaan ini dimulai. Permainan memberi nick name.  Nick name untuk apa? Untuk organ intim lelaki. Aku ingin menulis kata itu pakai bahasa, kok agak berat aku menulisnya. Terkadang bahasa inggris cukup menolong.  Dick. Iya, nickname untuk dick. Kegiatan yang cukup intim bersama lelakiku, aku lebih suka jika berjalan secara kasual dan santai. Koneksi antara kami berdua harus terbangun terlebih dahulu tentunya, tidak bisa asal. Aku menjunjung tinggi aspek kenyamanan batin dan fisik. Santai sembari menikmati prosesnya. Haha. Tentu saja aku suka melakukannya dengan sembari mengobrol di sela-sela kegiatan itu. Kalau tidak, membosankan.   Analoginya, membuka celana siapapun sama seperti aku membuka kado. Deg-degan. Terasa menyenangkan. Kumulai dengan sapaan hangat biasanya, ketika pertama kali kami berkenalan, saat pertama aku melihat organ intimnya.  'Hi Buddy!!!' ujarku antusias selalu. 'How are you, great, yea???' tak lupa ak...

+ No Breakfast in Bed Today +

Ini ketika aku menghabiskan malam terakhir bersama seorang lelaki, sebelum lelakiku ini kembali ke benua asalnya. Malam terakhir kami habiskan di club favoritku hingga larut menjelang subuh, mabuk, dan berakhir di kamar hotelnya. Aku tahu berakhir di kamar hotelnya di saat pagi-pagi aku harus kembali  ke hotelku karena aku sudah punya rencana dengan kawanku untuk pergi ke Ubud untuk one day trip bukan pilihan yang bijaksana. Namun beberapa jam kan cukup berharga, mengingat belum tentu kami bisa bertemu lagi di lain waktu kan. Duh. Bros before hoes you know. Janji adalah janji. Walaupun, kali itu aku berpikir tidak apa-apa sekali-kali aku stay lebih lama, ya paling tidak sarapan bersama. Antara breakfast in bed dengan lelakiku atau memulai trip ke Ubud yang lebih baik dimulai pagi hari. Pilihan sulit, aku berjanji pada kawanku di malam kami berpisah bahwa jam 8 pagi aku pasti kembali ke hotel kami untuk berangkat ke Ubud. Janji yang tidak bisa ku ingkari, ka...

+ Resleting +

Dalam dua bulan ini aku bertambah 5 kilo. Akibat terlalu banyak nasi, alkohol dan juga lemak-lemak babi yang enak itu yang tidak diimbangi olahraga. Ya intinya, gaya hidup lah. Kalau saja lemak itu bisa di alokasikan ke tempat-tempat yang aku inginkan, contohnya di bagian payudara. Ya, satu cup lebih besar dari ukuranku biasanya paling tidak. Mungkin aku tidak akan terlalu kesal. Lah ini, terpusat di perut. Sungguh tidak indah Aku meyakinkan diriku, nantipun akan kurus dengan sendirinya. Aku akan balas dengan olahraga yang intens. Walaupun hati kecilku tahu itu tidak akan terjadi. Toh aku punya plan B yang cukup ampuh. Patah hati. Oke, aku percaya lambat laun aku akan patah hati dengan salah satu lelakiku ini. Aku akan sedih dan kehilangan napsu makan, aku pun akan kurus kembali pada akhirnya. Hari ini weekend seperti biasa aku bangun lumayan siang. Rencana yang kubuat malam sebelumnya untuk bangun pagi dan menjalani weekend yang produktif tentu saja tidak terjadi....

+ Orang Asing +

Aku bertemu dengan lelaki ini pertama kali sebenarnya cukup memberikan kesan, bukan kesan baik ya. Aduh apa ya. Aku bingung mendeskripsikannya. Dia ada di suatu rombongan pesta bersama kawan-kawanku. Dengan seorang wanita paruh baya agresif yang berjoget cukup sensual di sebelahnya, wanita terlihat itu tergila-gila padanya. Sampai suatu ketika. Wanita itu menarik tangan lelaki ini, dan memasukan tangan lekaki itu ke celananya. Gila. Oke, pemandangan yang tidak enak untuk di lihat. Sampai suatu hari berikutnya, aku dipertemukan kembali dengan lelaki ini. Wajahnya oriental. Dengan kawan-kawan lainnya kami minum-minum santai. Sampai dia bertanya apakah aku akan menghabiskan malam itu dengan berpesta. Aku berpikir, sudah hampir seminggu ke belakang aku habiskan dengan mabuk dan pesta. Nampaknya, aku mau pulang cepat dan bangun pagi esok harinya. Jadi aku bilang padanya kalau aku akan pulang karena berniat lari pagi. Dia tertawa dan mengejekku, aku bertingkah se...

+ Rokok Rasa Mantan +

Mungkin bisa dibilang bahwa aku tergolong perokok berat. Astaga, terdengar agak bagaimana gitu ya. Memang sih bukan 3 bungkus rokok kretek setiap hari. Namun, aku di level ketagihan, aku bisa gelisah apabila tidak merokok barang beberapa jam. Merokokku ini mirip seperti kereta api. Tidak putus-putus. Iya, aku tahu betul, ini tidak baik untuk kesehatan. Aku tidak menulis untuk membahas baik buruknya kali ini. Jadi, aku berganti merk rokok seperti dalam beberapa tahun terakhir seperti aku berganti lelaki. Dulu aku pernah suka sekali dengan salah satu merk rokok dengan aroma lemon mint. Cukup lama rokok tersebut menjadi rokok primer ku sehari-hari. Aku menikmati kesegaran mint dan aroma lemonnya. Bungkusnya juga cukup terlihat eksklusif dan sedikit sulit di dapatkan di minimarket, astaga, karena tidak pasarannya itu, ya, aku merasa cukup keren.  Duh, dangkal memang masa laluku. Namun entah kejadian apa, suatu ketika rokok tersebut tidak terasa sama menyenangkannya lag...

+ Tukang Ojek & Helm +

Bagiku, kriteria tukang ojek idaman itu hanya tiga, menyetirnya tidak ugal-ugalan, tidak banyak cakap, dan yang terakhir tidak bau badan. Tidak perlu wangi semerbak, hanya saja, jangan sampai bau tidak sedap. Hari itu nampaknya Tuhan berkata lain. Aku dipertemukan dengan tukang ojek yang memenuhi tiga kriteria yang merupakan kebalikan dari tiga kriteria tersebut. Di mulai  dengan telepi berkali-kali menanyakan lokasi penjemputan. Astaga, si abang kan bisa mengikuti lokasi yang sudah aku beri tahu melalui aplikasinya. Hingga beberapa  miscall, si abang ingin memberi tahu kalau dia sudah sampai mungkin. Oke. Aku telepon dia balik untuk bilang kalau aku sudah siap dijemput. Kedua, sebelum naik motor, dia memaksaku untuk menggunakan sarung kepala sebelum aku memakai helmnya. ‘Maaf, Mbak. Helmnya basah karena kehujanan.’ ujarnya sambil nyengir lebar, tidak ada wajah menyesal. Ketika aku cek, ternyata benar helmnya basah sekali. Bagaimana ini. Aku tidak mungkin tida...