Dahiku terasa sakit sekali, seperti habis menabrak sesuatu dengan cukup keras, yang aku tidak tahu apa, serta tambahan pusing kali ini terasa berlipat ganda, yang aku tahu penyebabnya apa, aku terlalu banyak meminum sesuatu yang mengandung zat memabukkan. Mencoba mengingat apa yang aku telah alami, tidak bisa, kilasan memori terakhir terhenti di permainan Korean Bomb, soju dan bir, aku ingat bagaimana aku menenggak minuman itu dengan penuh percaya diri. Aku hilang setelahnya. Menakutkan dan berbahaya. Malam itu, aku bersama kawan-kawan terdekatku,dengan tambahan personel, seorang lelaki. Cerita klasik, malam itu malam terakhirnya di Jakarta. Kuputuskan untuk mengajaknya pergi dengan kawan-kawanku, setelah ajakan kencannya kutolak beberapa hari yang lalu. Pergi berdua dengannya untuk saat-saat dimana imanku sedang sangat tipis dan jiwaku sedang rapuh, bukan pilihan yang baik. Berakhir di ranjang lelaki ini, tidak baik untuk kesehatan mentalku setelahnya. Kawan-kawa...
Alter ego dari wanita lajang di usia akhir dua puluhan ini, bernama Yayuk. Menceritakan sisi nista dalam dirinya, yang niscaya kurang inspiratif, tidak banyak mengandung nilai moral, dan beberapa kisahnya ada baiknya untuk tidak ditiru.