Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2017

+ Pelampung +

Katanya, salah satu kemampuan dasar yang sepatutnya dimiliki manusia adalah berenang. Sayangnya kemampuan itu tidak aku miliki. Toh berenang bukan jadi hal yang menarik bagiku. Tidak sepenuhnya tidak bisa, aku bisa sedikit, gaya renang entah apa itu. Hal paling sulit bagiku adalah mengambang, aku sulit mengambang, sedikit-sedikit tenggelam. Memang hidup jenaka, aku dipertemukan lelaki yang suka sekali berenang. Sial. Awalnya aku tidak bermasalah dengan hobinya itu. Toh, kami jarang bertemu, paling aku hanya menyimaknya bercerita kegiatan sehari-harinya termasuk berenang. Hingga suatu hari kami memutuskan berlibur bersama. Ke pantai dan laut, dimana dia ingin berenang di laut. Baiklah, aku sudah memutuskan dalam hati aku akan menjadi kekasih yang supportif, aku akan menunggunya berenang di pantai sembari berjemur matahari. 'Let's go, babe!' ujarnya antusias mengajakku berenang. Mataku terbelalak, aku lupa-lupa ingat, bukankah aku sudah bercerita aku tidak bisa be...

+ Personal Assistant +

Bagiku yang minim ekspresi dalam emosi di dunia nyata. Rasa sayang itu tidak dikatakan, namun ditunjukan. Belum sebulan aku pindah dari ibu kota dan belum juga beberapa minggu kami tidak bertemu. Kawan terdekatku berangkat menyusuliku ke pulau dewata ini. Nampaknya dia rindu padaku, diiringi kebutuhannya mengasingkan diri dari kejamnya ibu kota. Tiket sekali jalan pun dia beli tanpa memikirkan tiket pulangnya. Astaga, aku tidak tahu akan berapa lama dia akan tinggal bersamaku. Satu kamar, satu ranjang. Dimana aku harus mencari privasiku? Ya Tuhan. Bukannya aku terganggu, kawanku satu ini sudah mendeklarasikan tugas sebagai asisten pribadinya kepadaku, seumur hidup. Iya, seumur hidup. Betapa ini akan menjadi a life time voluntary work . Aku menjalaninya dengan hati ikhlas. Terkadang memangu terdengar seperti keluhan, ya mohon maaf kan aku manusia juga. Aku anggap ini adalah pelajaran kehidupan. Menghadapi dan mendampingi kawanku ini bukanlah hal mudah, sangat menantang d...

+ Inked Goddess +

Aku pernah menonton iklan singkat dari sebuah perusahaan asuransi. Kamu mungkin pernah juga menonton iklan itu. Ceritanya di iklan tersebut nampak ada anak kecil bersama neneknya, mereka sedang berada di sebuah swalayan untuk membeli kebutuhan primer mereka, dan ketika melewati etalase kue-kue nan cantik, anak kecil itu nampak teringat sesuatu dan sambil berpikir keras dia mengambil kue itu dan memasukannya ke dalam keranjang. Adegan yang menyentuh bagiku adalah adegan dimana si anak kecil sudah membawa kue ulang tahun ke kasir, namun sang nenek tidak memiliki cukup uang, sehingga anak kecil itu membawa kue tersebut kembali ke etalase kue-kue di swalayan tersebut. Ternyata ada seorang lelaki yang mengamati kejadian tersebut, lelaki tersebut terketuk hatinya dan akhirnya membeli kue yang tadi nyaris dibeli anak kecil itu. Setelah membeli, lelaki itu menunggu di pintu keluar swalayan untuk langsung memberikannya ke anak kecil dan sang nenek. Anak kecil dan sang nenek cuk...

+ Drunk Text +

Kami terpisah ribuan kilometer. Siangnya jadi malamku. Malamnya jadi siangku.Sedikit terdengar puitis juga ya. Namun, aku tidak sedang membuat puisi. Bukannya tidak mau, namun kemampuan masih jongkok. Oke. Dia pemabuk, begitupun denganku. Jadilah, selain jarak dan waktu, kami juga nyaris selalu berbeda frekuensi. Dia mabuk ketika aku sadar, aku mabuk dan dianya yang sedang sadar. Aku pun masih tidak menyangka, kami masih berhubungan, berbulan-bulan telah berlalu semenjak pertemuan terakhir kami. Melihat histori obrolan beda frekuensi kami, cukup menghibur ternyata, aku sering dibuatnya tertawa sendiri, tanpa aku sadari aku jadi terlatih untuk mengartikan dan menanggapi pesan dari lelaki pemabuk ini. Lompat sebentar ke topik lain. Kamu tahu kan ada fenomena rekan-rekanmu yang suka mengunggah screenshot obrolan (yang menurut mereka) manis dengan pasangannya di sosial media. Terkadang. Aku ingin berkomentar 'Hey, tidak semanis itu juga kok, tidak perlu di umbar-umbar. ...